Sudah beberapa hari ini aku tak bisa mendengar sapaan mentari pagi. terlewatkan tanpa aku sadari, aku telah banyak membuang waktu ku akan begadang dan tertidur dijam yang salah.
Naifku, akhir-akhir ini aku memikirkan pikiran yang harusnya kutepis jauh-jauh. dan sudah 2 hari ini. ketakutanku akan sebuah "kehilangan" membuatku parno. dan mimpi-mimpi itu selalu menari-nari di istirahat malamu.
Ahh, inikah awal dari sebuah dilematika lagi? entahlah
naif naif naifnya aku! entah kapan aku bisa bedain antara yang emank bener-bener dan hanya sebatas saja?
batasnya itu beda tipis, dan itu sungguh, tak bisa dicerna dengan otak kecilku yang masih didominasi sifat kanak-kanakku.
oh GOD!!
aku dipesenin sama temenku gini,
"kepinteran kita itu ga dinilai cuma dari IPK,itu cuma 1%.... Einstein sama Alva Edison aja dulu dibilang temen-temennya bodoh, karena disekolah mereka biasa-biasa aja. tapi buktinya sekarang mereka tokoh sains dunia."
"jangan biarkan judgement itu buat kita down,"
"buktikan kalo itu salah,MULAI BERUBAH US SAMA RAIH PRESTASI AKADEMIK DAN NON AKADEMIK AND ALWAYS FOCUS :D"
seperti tamparan sama aku. selama ini aku bener-bener ga fokus. sampe semuanya tenggelam dan gapernah muncul kepermukaan sepertu yang telah dibuktiin sama semua orang.
jadi, apa yang aku pikirin? masih berhubungan dengan hal yang gapenting juga? masi gasadar juga? udah untung orang mau ingetin. biasanya mah, jalan sendiri, piiran sendiri, mau salah mau bener, ga pernah mikir. gapernah coba mau berubah. kenapa kepercayaan orang lain sama aku, aku sia-siain? dia, dan mereka percaya aku bisa sedikit "lebih" dari sekarang, tapi kenapa aku tetap pesimis? dan bahkan tidak mempunyai keberanian yang cukup untuk itu.
ah.. egoku yang telah membelenggu selama ini dibalik bayangan itu seolah-olah terus mengejekku. aku benci itu! aku juga bisa, tapi semangat aja gabakal mempan. temenku yang lain juga bilang gini
"mimpi, tanpa usaha dan semangat sama aja bohong. walopun setinggi apapun mimpin itu"
orang yang punya arah hidup positf seperti itu sangat tidak pantas untuk dilepas dari sebuah ikatan pertemanan, bahkan bisa jadi persahabatan suatu saat nanti. mungkin bila nanti...
perlahan, tapi pasti,, dukungan dari mereka dan semangat yang ditularkan secara tidak langsung sedikit memberikan celah, bahwa pengharapan itu masih ada. masih ada kesempata, masih banyak yang bisa aku kerjakan, dan masih ada waktu untuk merubah semua. hilangkanlah bayang itu. sekarang aku sedang berusaha. walau terkadang bayang itu membayangi langkahku.
terimakasih teman ^_^
Naifku, akhir-akhir ini aku memikirkan pikiran yang harusnya kutepis jauh-jauh. dan sudah 2 hari ini. ketakutanku akan sebuah "kehilangan" membuatku parno. dan mimpi-mimpi itu selalu menari-nari di istirahat malamu.
Ahh, inikah awal dari sebuah dilematika lagi? entahlah
naif naif naifnya aku! entah kapan aku bisa bedain antara yang emank bener-bener dan hanya sebatas saja?
batasnya itu beda tipis, dan itu sungguh, tak bisa dicerna dengan otak kecilku yang masih didominasi sifat kanak-kanakku.
oh GOD!!
aku dipesenin sama temenku gini,
"kepinteran kita itu ga dinilai cuma dari IPK,itu cuma 1%.... Einstein sama Alva Edison aja dulu dibilang temen-temennya bodoh, karena disekolah mereka biasa-biasa aja. tapi buktinya sekarang mereka tokoh sains dunia."
"jangan biarkan judgement itu buat kita down,"
"buktikan kalo itu salah,MULAI BERUBAH US SAMA RAIH PRESTASI AKADEMIK DAN NON AKADEMIK AND ALWAYS FOCUS :D"
seperti tamparan sama aku. selama ini aku bener-bener ga fokus. sampe semuanya tenggelam dan gapernah muncul kepermukaan sepertu yang telah dibuktiin sama semua orang.
jadi, apa yang aku pikirin? masih berhubungan dengan hal yang gapenting juga? masi gasadar juga? udah untung orang mau ingetin. biasanya mah, jalan sendiri, piiran sendiri, mau salah mau bener, ga pernah mikir. gapernah coba mau berubah. kenapa kepercayaan orang lain sama aku, aku sia-siain? dia, dan mereka percaya aku bisa sedikit "lebih" dari sekarang, tapi kenapa aku tetap pesimis? dan bahkan tidak mempunyai keberanian yang cukup untuk itu.
ah.. egoku yang telah membelenggu selama ini dibalik bayangan itu seolah-olah terus mengejekku. aku benci itu! aku juga bisa, tapi semangat aja gabakal mempan. temenku yang lain juga bilang gini
"mimpi, tanpa usaha dan semangat sama aja bohong. walopun setinggi apapun mimpin itu"
orang yang punya arah hidup positf seperti itu sangat tidak pantas untuk dilepas dari sebuah ikatan pertemanan, bahkan bisa jadi persahabatan suatu saat nanti. mungkin bila nanti...
perlahan, tapi pasti,, dukungan dari mereka dan semangat yang ditularkan secara tidak langsung sedikit memberikan celah, bahwa pengharapan itu masih ada. masih ada kesempata, masih banyak yang bisa aku kerjakan, dan masih ada waktu untuk merubah semua. hilangkanlah bayang itu. sekarang aku sedang berusaha. walau terkadang bayang itu membayangi langkahku.
terimakasih teman ^_^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar